TAUBAT PEMBUNUH 100 MANUSIA


DAY 13

Berita bepulangnya penyanyi Didi “Ambyar” Kempot kemarin, begitu mengagetkan banyak orang. Almarhum yang dikenal dengan lagu khasnya, yang berbahasa jawa itu, memang sedang banyak di gandrungi. Sosok yang sangat bersahaja, layaknya lelaki jawa yang banyak saya kenal. Punya prinsip yang kuat dan jujur dalam berkarya. Semoga Allah SWT menerima ibadah dan mengampuni dosa-dosanya. 

Sedihhh, tapi beliau menutup hidup dengan indah, ya,” ujar seorang penggemar, dalam sebuah komentar di facebook. 

Berbicara tentang kematian, memang tidak pandang bulu. Malaikat sakaratul maut datang dengan tidak terduga. Saat seseorang terpuruk atau berada di puncak popularitas sekalipun. Bahkan jika bandingkan dengan umur 63 tahun Rasulullah SAW berpulang, umur 53 tahun almarhum, tentu masih sangat produktif. Namun semua sudah ketentuan dari-Nya. Tentu kejadian tersebut juga menjadi pengingat bagi kita yang masih hidup. Agar tidak lupa untuk mensyukuri segala kesempatan, yang telah Allah berikan hingga saat ini.

  • Sehat sebelum sakit.
  • Muda sebelum tua.
  • Kaya sebelum miskin.
  • Lapang sebelum sempit.
  • Hidup sebelum mati….

Berkaitan dengan umur. Manusia tidak pernah tahu, kapan akan dipanggil Allah. Namun, dalam setiap doa, banyak meminta agar dipertemukan dengan Allah, dalam keadaan yang indah. Dapat ikhlas dalam saat menanti ajal. Dapat tersenyum. Tentunya dalam keadaan yang baik, yaitu saat beribadah kepada Allah SWT. Sebab ciri-ciri meninggal dalam keadaan yang baik atau husnul khotimah, dapat mengindikasikan amal perbuatan seseorang. Lalu sudahkah kita mempersiapkannya? 

Bagi seorang pemburu husnul khotimah, tidak akan melewatkan satu detik pun dalam hidupnya, untuk tidak berdzikir pada-Nya. Dalam setiap embusan nafas, kedipan mata, ayunan langkah, dan gerakan tangan, semua bermuara pada lautan ibadah. Mereka takut berbuat maksiat. Jangan sampai, saat-saat sakaratul maut datang, justru dalam keadaan tidak siap untuk menyambutnya.

“Bagaimana dengan seorang yang ahli maksiat? Masihkah Allah mengampuni hamba yang sudah menggunung dosa?”

Islam mengajarkan pemeluknya, agar tidak menunggu-nunggu lagi dalam bertaubat. Harus disegerakan. Bertaubatlah dengan sebenar-benarnya taubat! Sebab umur seseorang adalah misteri yang tidak pernah ada yang bisa menebak. Sampai sebelama lama ia dapat bertahan di dunia. 

Kisah tentang taubatnya seorang pembunuh 100 orang, juga di ceritaka cukup panjan, dalam sebuah hadits yang diriwatkan oleh  Bukhari dan Muslim. 

Dahulu kala, ada seorang pembunuh yang sudah membunuh 99 orang. Dalam keadaan yang masih berlumuran darah pada pedang, tangan dan pakaiannya, Allah turunkan hidayah. Ia menyadari akan dosa besar dan kesalahannya. Maka keluarlah ia kepada penduduk kampung untuk bertanya. 

Apakah aku masih bisa diampuni?

Orang-orang berkata, “Kami akan menujukkanmu seorang rahib, ahli ibadah yang tinggal di kuilnya, maka sebaikya kamu pergi ke sana dan tanyakanlah kepadanya apakah kamu masih bisa diampuni,” 
Ia menyadari bahwa tidak ada manfaatnya bila hanya bertanya, tanpa mendapatkan jawaban dari seseorang yang memang dekat kepada Sang Penguasa, yang dapat memberikan fatwa. Makai ia pun mendatangi seorang Rahib dari kalangan kaum Bani Israil.

Pembunuh itu pun berjalan cepat dan sudah berada di muka rumah ahli ibadah. Ia segera masuk, dengan raut wajah penyesalan, namun pedang, tangan dan bajunya masih bersimbah darah. Hal tersebut membuat Rahib pun terkejut dan takut.

Aku berlindung kepada Allah SWT dari kejahatanmu,” kata Rahib.

Wahai Rahib, aku telah membunuh 99 orang. Masih adakah jalan bagiku untuk diampuni?” tanya Pembunuh.

Tiada tobat bagimu,” jawab Rahib, dengan spontan.

Mendengar jawaban yang mengejutkan tersebut, si Pembunuh menjadi putus asa. Ia sangat sedih dan merasa gelap mata. Dengan cepat ia menangkat pedangnya, dan menggenapkan tindakan pembunuhannya menjadi 100 orang.

Selanjutnya ia keluar dan kembali bertanya kepada penduduk sekitar akan dosa-dosanya.

 “Aku sudah membunuh 100 orang. Apakah aku masih bisa diampuni?

Kami kan menunjukkanmu kepada Fulan bin Fulan, seorang ulama, bukan seorang rahib, yang ahli tentang hukum Tuhan,” jawab orang-orang.

Si Pembunuh akhirnya dibawa kepada seseorang Alim yang saat itu sedang mengajar di tengah-tengah majelisnya. Sang Alim pun menyambut dan memeluk di si Pembunuh dengan hangat.  Ia dipersilahkan si Pembunuh duduk disampingnya. Setelah menceritakan kejadian pemunuhan dan bertanya, seseorang Alim pun berkata.

Lalu siapakah yang menghalang-halangi antara kamu dengan taubat? Siapakah yang mencegahmu dari melakukan taubat? Pintu Allah SWT terbuka lebar bagimu, maka bergembiralah dengan ampunan-Nya, dan bergembiralah dengan taubat yang mulus,

Singkat cerita, seseorang Alim itu meminta Pembunuh untuk meninggalkan kampungnya dan pergi untuk memuluskan taubatnya.  Ia diminta hijrah, dengan pertimbangan di kampungnya masih dikelilingi orang jahat. Sambil menyesal dan penuh harap, si Pembunuh mengikuti permintaan tersebut.

Dari satu kampung ke kampung lain telah dilewatinya. Semakin lama, semakin dekat dengan tempat yang dituju. Belum sampai pada tujuan, si Pembunuh di takdirkan meninggal dunia di tengah perjalanan.

Malik, malaikat pencatatat keburukan datang bersama Ridwan, malaikan pencatat kebaikan. Melihat keadaan tersebut menyebabkan mereka berdua berdebat. Hingga akhirnya malaikat Jibril pun datang untuk memberikan jalan keluar dari perdebatan tersebut.

Ukur jaraknya. Jika tanah tempat mayatnya berada lebih dekat kepada orang-orang yang saleh, maka ia masuk surga. Namun jika letaknya lebih dekat kepada orang-orang jahat, ia harus masuk neraka,” kata Jibril.

Karena si Pembunuh itu baru saja meninggalkan tempat orang jahat, ia masih terletak dekat dengan mereka. Tetapi karena ia bertaubat yang sangat tulus, Tuhan memindahkan tubuhnya, dari tempat ia meninggal ke dekat perkampungan orang-orang soleh. Dan si Pembunuh, hamba yang bertobat itu pun diserahkan kepada dekapan malaikat penjaga surga.

Banyak hal yang bisa diambil dari kisah tersebut. Sebagai menusia yang tentunya banyak dosa dan khilaf, diminta untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh. Berani meninggalkan maksiat dan orang-orang pendosa yang ada disekitarnya.  Jika hal tersebut sudah dilakukan, maka Allah akan menjanjikan orang tersebut dengan surga-Nya. Wallahualam…

Referensi artikel terkait tentang kisah https://bit.ly/3c5WyO8 .


#hikmahramadhan
#Ramadhan1441H
#arikuntoblog
#arikuntoberbagi
#berbagikebaikan

- - -

Salurkan zakat, infak, sodaqoh, dan waqaf anda melalui Yayasan Sahabat Madani Mandiri

Bank BNI Syariah
845 122 086
a.n Sahabat Madani Mandiri
Info dan konfirmasi ke 0811 8495 598


0 Response to "TAUBAT PEMBUNUH 100 MANUSIA"

Post a Comment